Bahasa gaul
sebenarnya sudah ada sejak 1970-an. Awalnya istilah-istilah dalam bahasa gaul itu
untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Tapi karena sering
juga digunakan di luar komunitasnya,lama-lama istilah-istilah tersebut jadi
bahasa sehari-hari.
Kita pasti
sering mendengar istilah-istilah gaul seperti cupu, jayus, atau jasjus, dan
sebagainya. Bahkan mungkin kita sendiri sering menggunakannya dalam obrolan
sehari-hari dengan teman-teman. Sebagai anak gaul, ya kita sih senang-senang
saja menggunakan kosakata barn yang tidak ada dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Paling- paling guru bahasa Indonesia atau orangtua kita saja yang
agak risi kalau kebetulan mereka mendengarnya.
Bahasa gaul
atau okem digunakan oleh para preman yang kehidupannya dekat sekali dengan
kekerasan, kejahatan, narkoba, dan minuman keras. Istilah-istilah baru mereka
ciptakan agar orang-orang di luar komunitas mereka tidak mengerti. Dengan
begitu, mereka tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk membicarakan hal
negatif yang akan maupun yang telah merekalakukan.
Karena
begitu seringnya mereka menggunakan bahasa sandi mereka itu di berbagai tempat,
lama-lama orang awam pun mengerti yang mereka maksud. Akhirnya mereka yang
bukan preman pun ikut-ikutan menggunakan bahasa ini dalam obrolan sehari-hari
sehingga bahasa okem tidak lagi menjadi bahasa rahasia. Kalau tidak percaya,
coba deh tanya bokap atau nyokap kita, tabu tidak mereka dengan istilah mokal,
mokat, atau bokin. Kalau mereka tidak mengerti artinya, berarti di masa mudanya
dulu mereka bukan anak gaul.
Nih Yee...
Ucapan ini
terkenal di tahun 1980-an, kalau tidak salah tepatnya November 1985 pertama
kali diucapkan oleh pelawak Diran, kemudian dijadikan bahan lelucon oleh Euis
Darliah.
Memble dan Kece
Ini adalah
ciptaan khas Jaja Mihardja, di tahun 1986 kemudian dimainkan dalam Film
"Memble Tapi Kece" yang diperankan oleh Jaja Mihardja sendiri dan
Dorce Gamalama.
Booo........
Ini ucapan
populer di pertengahan awal 90-an, pertama dipopulerkan oleh grup GSP, kalau
nggak salah Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan yang pertama kali mengucapkan,
kemudian kata-kata ini pernah di ucapkan dalam lenong rumpi, tapi kata-kata ini
populer dalam lingkungan pergaulan di kalangan artis, Titi DJ-lah orang
benar-benar mempopulerkan ucapan ini.
Nek...
Setelah kata
Boo... tak lama kemudian muncul kata-kata Nek... bagi generasi yang SMA-nya di
pertengahan 90-an pasti mengalami bagaimana populernya kata-kata ini.Ucapan
"Nek" pertama kali diucapkan oleh Budi Hartadi seorang remaja di
kawasan kebayoran yang tinggal sama neneknya, makanya dia sering ngucapin Nek ,
kebetulan dia latah jadinya setiap ngomong dia ngucapin Nek...Nek... eh lo mau
ke menong, Nek itu contohnya si Budi kalo ngomong ke temennya . Si Budi ini
seneng gaul di wilayah Tjokro, Menteng ...nah kebetulan ada banci menteng yang
denger, kemudian si banci itu ngikutin kata-kata si Budi, so... banyak banci
ngomong gaya Budi, jadi banyak orang mengira kata-kata ini dipopulerkan oleh
para banci.
Jayus
Di akhir
dekade 90-an dan di awal abad 21, ucapan jayus sangat populer, kata ini artinya
lawakan yang nggak lucu, garing atau tingkah laku yang mau ngelucu tapi nggak
lucu , orang yang mengucapkan ini adalah kelompok anak SMU yang bergaul di
sekitar Kemang . Konon ada seseorang bernama Herman Setiabudhi, dia dipanggil
teman-temannya Jayus, soalnya bapaknya bernama Jayus Kelana seorang pelukis di
kawasan Blok M. Si Herman alias Jayus ini kalau ngelawak nggak pernah lucu,
temannya yang bernama Sonny Hassan alias Oni Acan sering ngomentarin tiap
lawakan yang nggak lucu dengan celetukan Jayus, ucapan Oni Acan inilah yang
kemudian diikuti tongkrongannya di daerah Sajam, Kemang lalu kemudian merambat
populer di lingkungan PL, dan anak-anak SMU sekitar Melawai. Puncaknya pas ada
acara PL Fair 2000 kata-kata Jayus ini banyak di ucapkan.
Jaim
Ucapan jaim
ini dipopulerkan oleh Bapak Drs. Sutoko Purwosasmito, seorang pejabat di sebuah
departemen, yang selalu mengucapkan kepada anak buahnya untuk menjaga tingkah
laku, pada suatu hari Pak Pur, begitu ia sering dipanggil, berpidato di hadapan
anak buahnya untuk Jaim, inilah kutipan kata-katanya saudara-saudara sebagai
pegawai negeri kita harus Jaim, apa itu Jaim Jaim itu yah...Jaga Imej itulah
awal kata-kata Jaim itu populer, kemudian seorang anak buah Pak Pur, Bapak
Dharmawan Sutanto, yang punya anak bernama Santi Indraswara, pernah memarahi
Santi untuk gak terlalu ngumbar ama temen-temen cowoknya San...kamu kalo jadi
cewek harus Jaim..!!!! Santi bengong dengan muka begonya dia nanya Pa...Jaim
it! u apa seh..? Pak Dhar langsung keluar kamar Santi sembari ngomong Jaim itu
Jaga Imej... Santi yang masih bengong cuman ngucapin ooooh. Nah hari seninnya
Santi pas upacara bendera dia ditugaskan jadi pembaca UUD 1945, diakhir kata dia
gak sengaja ngucapin Jaim doooong..... ... Kepala Sekolahnya langsung noleh ke
Santi dan nanya ke Santi apa tuh Jaim Santi dengan santai jawab Jaga Imej...Pak
eh Kepala Sekolah dengan muka bego juga cuman ngucapin Ooohh..
Gitu Loooooooooohhh........
Kata GL
pertama kali diucapin oleh Gina Natasha seorang remaja SMP di kawasan
Kebayoran, Gina ini punya kakak bernama Ronny Baskara seorang pekerja event
organizer, nah si Ronny ini punya temen kantor bernama Siska Utami, pada suatu
saat Siska bertandang ke rumah Ronny, pas dia ketemu si Gina, Siska nanya
Kakakmu mana si Gina ngejawab di kamar, Gitu Loooohhh.. terus pas di tanya lagi
Eh Gina kelas berapa ! sekarang si Gina ngejawab Kelas dua SMP Gitu looohhh..
Yah namanya tamu, Siska trus nanya Gina, kalau yang benerin genteng bocor siapa
seh? Gina ngejawab Siapa aja Gitu Looohhh...sampai sebelas pertanyaan
selanjutnya si Gina ngejawab dengan kata-kata Gitu Looohh...Esoknya si Siska di
kantor ikut-ikutan latah dia ngucapin kata Gitu Loooohhh...di tiap akhir kalo
dia ngomong.
Tambahan:
ALAY
Singkatan
dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering
diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
KOOL
Sekilas cara
membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan
dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay.
LEBAY
Merupakan
hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun
2006an.
GARING
Kata ini
merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Karena seringnya
digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa
kota besar di luar Jawa Barat.
GANDENG
Kata ini pun
merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “berisik”.
BEGICHU/BEGICYU
Biasanya
kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan
bibir).
MENEKETEHE
Kata ini
sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu” dan diplesetkan oleh Tora Sudiro
sekitar awal tahun 2000an, di acara Extravaganza TransTV.
CING
Kata “cing”
biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, “Mau ke mana,
Cing?”
EMBER
Kata ini
merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh
Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan
orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.
YIUK….!!
Kata ini
sempat populer di awal tahun 90an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Kata
ini identik dengan panggilan kaum waria/bencong.
BONYOK
Kata ini
merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua).
BISPAK
Merupakan
singkatan dari kata “Bisa Pakai”.
AKIKA
Merupakan
sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum
waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul
yang dibuatnya.
SUTRALAH
Merupakan
pemanjangan dan plesetan dari kata “Sudahlah”. Kata ini juga dipopulerkan oleh
kaum waria dan mulai populer di tahun 90an akhir.
SEMOK
Berasal dari
bahasa Jawa yang berarti “Montok”. Kata ini belakangan sering digunakan orang
untuk menggambarkan wanita yang cantik dan seksi.
LOL
Kata ini
belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM,
FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari
Laugh Out Loud yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak”.
CENGLI
Merupakan
kata dari bahasa Hokkian yang berarti “Bertindak Adil”.
WIL dan PIL
Merupakan
singkatan dari Wanita Idaman Lain dan Pria Idaman Lain. Tidak jelas siapa yang
mempopulerkan istilah ini, namun saya menemukan kata-kata ini sering digunakan
dalam penulisan di majalah-majalah di era awal 2000an. Kedua kata itu biasa
digunakan untuk menjelaskan wanita atau pria simpanan/selingkuhan.
AJIB
Artinya
Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini mulai populer di tahun 90an tatkala musik
trance dan narkoba jenis shabu-shabu baru mulai populer. Kata ini biasanya
digunakan oleh para penikmat kedua hal itu.
JABLAY
Kata ini
dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film
Mendadak Dangdut (2006). Merupakan singkatan Jarang Dibelai yang mengandung
arti lebih jauh sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan
belaian kasih sayang kekasihnya.
SECARA
Kata ini
sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna “Adalah”. Namun kata ini
menjadi populer di tahun 2006an di kalangan siswa-siswi SMU yang menggunakan
kata ini sebagai kata ganti “Karena/Soalnya”. Sesekali pula digunakan sebagai
sisipan tanpa makna (hanya sebagai penekanan pada kalimat yang mereka katakan).
Contoh pemakaiannya:
a. Gua gak
bisa ke rumah lo neh hari ini, secara bokap gue lagi sakit.
b. Ya…
gimana dong? Secara gue ini kan gaul…
SEGEDE GAMBRENG
Kata
“gambreng” berasal dari suitan anak-anak (hompimpah alaihum gambreng), yang
menunjukkan siapa yang menang dalam suitan tersebut. Belakangan, sekitar tahun
2007an, kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang besar sekali (dan
sulit diungkapkan dengan kata-kata).
SEGEDE GABAN
Kata tersebut
diungkapkan pada saat kita atau kawan kita melihat benda yang besar dan
mengandaikan segede gaban? Kata ini didapatkan pada tahun 80’ / 90’ pada
pameran acara semacam comicon disana terdapat patung robot raksasa sering
disapa Gaban,
JUTEK
Berasal dari
kata yang sering digunakan oleh para PSK di awal tahun 2000an untuk
menggambarkan pria yang sombong dan jarang tersenyum. Kata ini akhirnya menjadi
kata umum yang digunakan untuk melukiskan orang yang menyebalkan, judes, galak,
emosian, dan sombong.
BT/BETE
Merupakan
singkatan dari Boring Total. Tadinya orang menduga kata ini dipopulerkan oleh
Dwiq saat merilis lagu “Bete” sekitar tahun 2008. Padahal kata ini sudah lama
digunakan oleh para mahasiswa yang bosan dengan program perkuliahan mereka.
Kata ini mulai populer dan digunakan di awal tahun 2000an.
KAMSUD
Merupakan
pembalikan konsonan kata “Maksud”. Kata ini mulai populer, terutama di kalangan
para cewek di ruang chatting dunia maya.
KATROK
Orang
kampung / orang desa. Kata ini dipopulerkan oleh Tukul Arwana saat membawakan
acara Empat Mata sekitar tahun 2007an (kini berubah menjadi acara Bukan Empat
Mata). Kata ini kemudian menjadi bahasa umum untuk menggambarkan orang yang
kampungan/norak banget.
PRIKITIU
Adalah
celutukan yang ditujukan pada pasangan yang tertangkap basah melakukan
perselingkuhan. Adalah Sule, seorang komedian lokal, yang melontarkan celutukan
nakal yang kini menjadi bahasa pergaulan itu.
CUMI
Merupakan
singkatan yang mengandung banyak arti (tergantung CUMI yang dipakai adalah
singkatan dari apa). Awalnya kata ini dipopulerkan oleh sebuah produk kartu
telpon seluler di tahun 2008an, yang akhirnya berkembang menjadi bahasa gaul
anak-anak remaja untuk menjelaskan kondisinya saat ini, seperti CUma MIkir,
CUma MIScal, CUma MIrip, CUma MInjam, CUkup MIris, dan lain-lain.
KRIK
Dengan latar
belakang suara jengkrik, mana kala seseorang bercanda namun tidak lucu.
Pemakaiannya cukup sederhana, yaitu saat menanggapi komentar/ucapan seseorang,
penulis tinggal menulis kata “Krik” berulang-ulang, menandakan bahwa penulis
menganggap ucapan orang itu gak lucu banget.
GAYUS
Merupakan
sebutan sindiran untuk orang yang gila uang dan berusaha mendapatkan uang
dengan berbagai cara yang tidak halal. Ungkapan ini populer di awal tahun 2010
setelah seorang pejabat pajak negara bernama Gayus diciduk polisi lantaran
ketahuan menilap uang negara sebesar Rp 67 milyar.
MOGE
Awalnya kata
ini merupakan singkatan dari Motor Gede dan dipopulerkan oleh kelompok penyuka
motor gede tahun 2008 silam. Namun belakangan, kata itu diplesetkan banyak
orang menjadi Motor Gelo yang ditujukan pada orang-orag norak yang suka bikin
rusuh, mau menang sendiri, dan bikin muak banyak orang.
BONEK
Singkatan
dari kata Bondo Nekat yang berarti orang nekat yang gak bermodal apapun selain
kemauan. Kata ini dipopulerkan oleh suporter Tim Sepakbola Persebaya Surabaya
di tahun 90an dan menjadi sebutan “kebanggaan” mereka. Saat ini, kata ini juga
digunakan untuk orang-orang nekat yang gak kenal rasa takut.
GUE
Adalah
bahasa “resmi” yang kini banyak digunakan oleh kebanyakan orang (terutama orang
dari Suku Betawi) untuk menyebut “Saya/Aku”. Kata ini merupakan bahasa Betawi
yang telah digunakan secara luas, jauh sebelum bahasa prokem dikenal orang.
LO / LU
Sama seperti
“Gue” kata ini pun sudah digunakan digunakan oleh Suku Betawi sejak
bertahun-tahun lalu dan menjadi kata untuk menyebut “Anda/Kamu”.
Analisa: Bahasa Gaul ini sangat sering digunakan pada saat berinteraksi dengan rekan/ teman sebaya saja, sangat tidak sopan jika kata kata tersebut dipakai ketika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua daripada kita sendiri.
Referensi:
Komentar
Posting Komentar